Selasa, 01 Maret 2016

Scriptwriting The Grand Budapest Hotel

THE GRAND BUDAPEST HOTEL


 

Sutradara : Wes Anderson
Penulis : Wes Anderson
Genre : Comedy, Adventure
Produksi : Scott Rudin Productions, 
Indian Painbrush, Studio Babelsberg


            The Grand Budapest Hotel merupakan sebuah film komedi yang menceritakan tentang perjalanan hidup seorang manager hotel terkemuka Grand Budapest bernama Monsieur Gustave (Ralph Fiennes). Ia memiliki seorang lobby boy yang bernama Zero Moustafa (Tony Revolori). Permasalahan utama muncul saat Gustave dituduh telah membunuh Madame D ( Tilda Swinton), mereka dikejar-kejar oleh polisi, pembunuh bayaran hingga merebutkan lukisan “Boy with Apple” yang terkenal dan sangat mahal. Selain itu film ini juga menceritakan tentang kisah cinta Zero dengan Agatha yang merupakan seorang pembuat kue Mendl’s.
            Film ini berhasil mendapatkan 9 Nominasi Oscar Academy Award yaitu Best Picture, Best Director, Best Original Screenpaly, Best Cinematography, Best Film Editing, Best Production Design, Best Costume Design, Best Make Up and Hairstyling, and Best Original Score.
            Scene yang paling diingat pada film ini yaitu pada saat Kovacs mengumumkan bahwa kekayaan Madame D diwariskan kepada Gustave karena scene ini merupakan awal dari konflik.

INT. MADAME D’S HOUSE - NIGHT

(Gustave and Zero open the door and enter to the room) When the destiny of a great fortune is at stake, men’s greed spreads like a poison in the bloodstream. (VO)
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, CLOSE UP, TRACK OUT, OBJECTIVE SHOT

(all Madame D’s family sit on that room) Uncles, nephews, cousins (VO)
CUT TO
SHOT  : HIGH ANGLE, LONG SHOT, PERSPEKTIF SHOT

(close shot to her  family) in law of increasingly tenuous connection. The old woman’s most distant relations had come foraging out of the woodwork. (VO)
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, CLOSE UP, PAN RIGHT, OBJECTIVE SHOT

(Gustave and Zero and Kovacs come to the room) At the head of this congregation, it was a disorienting coincidence, we discovered our own Deputy Kovacs. (VO)
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, FULL SHOT, PAN LEFT, OBJECTIVE SHOT

(point of view to Gustave and Zero from Kovacs eyes)  him self an important attourney, of course.  He was the executor of the dead window’s estate. (VO)
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, FULL SHOT, KOVAC’S POV

(Kovacs make that situation to conducive)
CUT TO
SHOT : HIGH ANGLE, LONG SHOT, PERSPEKTIF SHOT

D.  KOVACS
“This is Madame D’s last will and testament. It consists of a general contine drawn up before the event of her husband’s death 46 years ago,  in combination with 635 amendements, notations, corrections, and letters of wishes executed during the subsequent decades.(take some documents from his box) The ultimate legality of this accumulation requires further analysis, but in the opinion of this office, it was madame D’s intention that control of the vast bulk of her estate should be transferred, forthwith, to her son, Dimitri,”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, LONG SHOT, TRACK IN, OBJECTIVE SHOT

(Dmitri sit bring the glass)
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

(Marguerite, Laetizia, and Carolina listen Kovacs explanation) “with special allowances for his sisters, Marguerite, Laetizia, and Carolina,"
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

“and minor gifts for various members of the extended family as shown in the List of Recipients, which I will elucidate in due course.”(all murmuring)
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

 “However. And additional codicil, delivered into my possession by post only this morning, and by all indications, sent by Madame D during the last hours of her life, contains an amendment to the original certificate, which as prescribed by law, I will read to you now. The authenticity of this document has not yet been confirmed by the presiding magistrate, so I ask that all parties be patient and refrain from comment until such time as our investigations can be completed.” (take the letter) “To my esteemed friend who comforted me in my later years and brough sunshine into the life of an old woman who thought that she would never be happy again. Monsieur Gustave H (look at Gustave). I bequearth, bestow and devise, free of all taxation and with full and absolute fiduciary entitlement, the painting known as “Boy with Apple…”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, BIG CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

GUSTAVE
“Wow!”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, BIG CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

D. KOVACS
“… by Johannes van Hoytl …”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, BIG CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

GUSTAVE
“I can’t belive it.”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, BIG CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

D. KOVACS
“… the younger …”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, BIG CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

DIMITRI
“What?” (scream)
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, BIG CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

D. KOVACS
“… which gave us both so much pleasure.”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, BIG CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

LAETIZIA
“The van Hoytl?”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

ALL SISTERS
“Tax-free? Can she do that?”
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

BOY
“Who’s Gustave H?”
SHOT : LOW ANGLE, CLOSE UP, PROFILE SHOT, PAN RIGHT

GUSTAVE
"I’m afraid that’s me, darling." (all people look at Gustave)
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, MEDIUM SHOT, OBJECTIVE SHOT

DMITRI
“That fucking faggot! He’s a concierge. What are you doing here?” (scream and come to Gustave)
CUT TO
SHOT : LOW ANGLE, FULL SHOT, OBJECTIVE SHOT

GUSTAVE
“I’ve come to pay my respects to a great woman whom I loved.”
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, BIG CLOSE UP, OTS (OVER THE SHOULDER)

DMITRI
“This man is an intruder in my home!”
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, FULL SHOT, OBJECTIVE SHOT

GUSTAVE
“It’s not yours yet, Dmitri. Only when probate is granted and the Deed of Entitlement…”
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, BIG CLOSE UP, OTS

DMITRI
“You’re mot getting Boy with Apple, you goddamn little fruit!”
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, BIG CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

GUSTAVE
“How’s that supposed to make me feel?”
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, BIG CLOSE UP, OTS

DMITRI
“Call the police . We’re perssing charges. This criminal has plagued my family for nearly 20 years. He’s a ruthless adventurer and a cont-artist, who preys on mentally feeble sick old ladies, and he probably fucks them, too!”
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, FULL SHOT, OBJECTIVE SHOT

GUSTAVE
“I go to bed with all my friends.” (Dmitri hit Gustave with his hand, crowd exclaims)
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, BIG CLOSE UP, OTS

ZERO
(Zero hit Dmitri and Crowd exclaims louder)
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, BIG CLOSE UP, OTS

JOPLING
(Jopling hit Zero and Crowd shrieks)
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, BIG CLOSE UP, OTS

BOY
“Where’s Celine?”
BOY2
“What? (Spits drink) She’s dead. We’re reading her will.”
BOY
“Oh, yes, yes, of course.”
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT

DMITRI
“If I learn you ever once laid a finger on my mother’s body, living or dead, I swear to God, I’ll out your throat! You hear me? (gruffly)
GUSTAVE
“I thought I was supposed to be a fucking faggot.”
DMITRI
“ You are, but you’re bisexual.”
GUSTAVE
“Let’s change the subject. I’m leaving”
CUT TO
SHOT : EYES LEVEL, MEDIUM CLOSE UP, OBJECTIVE SHOT


                       

Selasa, 23 Februari 2016

Review Film Phone Booth



PHONE BOOTH

 

Sutradara : Joel Schumacher
Penulis Skenario : Larry Cohen
Genre Film : Thriller
Production Company : Fox 2000 Picture
 
  
" If you hang up, I will kill you! "
 
 
 
TOKOH DAN KARAKTER
  • Stu Shepard (Colin Farrell)
Stu Shepard merupakan seorang pengorbit artis. Karirnya sedang menanjak, banyak sekali artis yang berhasil ia orbitkan.
Karakter :

         Pembohong

Stu mengatakan kepada Pam bahwa ia selalu menggunakan telepon koin meskipun ia memiliki telepon seluler karena menggunakan telepon koin lebih tenang. Padahal alasan Stu sebenarnya menggunakan telepon koin yaitu agar istrinya tidak mengetahui perselingkuhannya. Selain itu Stu juga selalu melakukan kebohongan pada koran, majalah dan klien-kliennya.

         Tidak bisa menghargai

Stu mengabaikan hal-hal yang seharusnya dihargainya seperti cincin perkawinan yang dilepasnya saat menelpon Pam.

         Tidak Setia

Stu memiliki istri yang sangat setia namun ia tetap berselingkuh dengan Pam, artis yang akan diorbitkannya.

         Pekerja Keras

Stu bekerja keras untuk membranding dirinya sebagai Stu Shepard seorang pengorbit artis yang cukup berhasil.

         Hedonisme

Stu berusaha membuat dirinya terlihat seperti orang sukses dengan menggunakan jam mahal, padahal jam tangan tersebut palsu.

         Sombong

Stu selalu menyelesaikan semua permasalahan yang menimpanya dengan uang. Hal ini menunjukkan bahwa ia merupakan orang yang sombong dan meremehkan orang lain.

         Emosional

Banyak sekali godaan pada saat Stu berbincang di telepon bersama penelpon misterius itu, mulai dari pengantar pizza hingga pelacur. Stu selalu menyelesaikannya dengan marah dan berkata-kata kasar.

  • Kelly Shepard (Radha Mitchell)
Kelly Shepard merupakan seorang istri dari Stu Shepard, ia sangat setia kepada suaminya Stu.
Karekter :

         Setia

Kelly sangat mencintai suaminya yaitu Stu dan berusaha menerima Stu apa adanya meskipun Stu sudah menghianatinya.

         Sabar dan penyayang

Kelly tetap mau menerima Stu kembali meskipun Stu sudah mengakui semua kesalahannya termasuk perselingkuhannya dengan Pam.

         Pemberani

Kelly terus berusaha ingin bertemu dengan Stu yang berada di bilik meskipun pada saat itu dalam keadaan yang sangat berbahaya karena si penelpon misterius itu dapat membunuhnya kapan saja.

  • Pamela Mc.Fadden (Katie Holmes)
Pamela Mc.Fadden merupakan seorang artis yang akan diorbitkan oleh Stu, ia sangat mempercayai Stu karena dikota tersebut Pam tidak memiliki siapapun.
Karakter : 

         Polos

Pam merupakan wanita yang sangat polos, ia terlalu percaya dengan Stu. Padahal Stu selalu membohonginya.

  • The Caller (Kiefer Sutherland)
penelpon itu adalah orang yang sangat misterius, ia mengetahui semua yang Stu lakukan, sampai pada akhir film pun jati dirinya masih belum terungkap.
Karakter :
 

         Kejam

Si penelpon misterius selalu memaksa Stu untuk menuruti semua perkataannya dan jika tidak ia akan membunuhnya. Selain itu ia juga membunuh Leon yang sudah berusaha untuk memaksa Stu keluar dari bilik telepon.

         Cerdas

Si penelpon misterius itu mengetahui semua yang telah dilakukan Stu dan berhasil menyusun tak tik untuk melancarkan aksinya dalam mengungkapkan kesalahan Stu.

  • Captain Ramey (Forest Whitaker)
Captain Ramey merupakan seorang kepala kepolisian yang membantu Stu untuk menyelesaikan permasalahannya dengan si penelpon misterius itu.
Karakter : 

         Sabar

Captain Ramey terus berusaha untuk mencaritau permasalahan Stu meskipun Stu terus berkata-kata kasar kepadanya.

         Cerdas

Captain Ramey memiliki tak tik yang cukup cerdas seperti menyuruh anak buahnya untuk menembak Stu terlebih dahulu dengan peluru karet daripada tertembak oleh penelpon misterius.

         Pekerja keras
 
Captain Ramey terus menyuruh anak buahnya untuk melacak telepon misterius tersebut meskipun pada awalnya tidak berhasil  melacak.

  • Leon (John Enos III)
Leon adalah seorang mucikari yang memiliki kios di sekitar bilik 53. Ia sangat kasar dan pemarh.
Karakter :
 

         Emosional

Leon menegur Stu dengan nada pembicaraan yang sangat tinggi dan kata-kata yang kasar. Leon juga berusaha untuk memukul Stu dan berkelahi.

  • Adam
Adam adalah asisten Stu Shepard yang selalu menuruti semua perkataan Stu.
Karakter : 


         Ceroboh

Adam melakukan kesalahan pada saat menghubungi beberapa media dan kliennya bersama Stu. Hal ini membuat Stu sedikit marah dengan mengatainya bahwa ia lebih pantas menjadi perawat anjing.

         Penurut

Adam menuruti semua perkataan Stu meskipun Stu sudah berkata-kata kasar kepadanya.


PLOT LINIER
  • Penggunaan telepon seluler sangat berkembang dan akan mengganti penggunaan telepon koin.  Tetapi ada juga beberapa penduduk dan pendatang di New York yang masih tetap menggunakan telepon koin.
  • Di Manhattan terdapat satu-satunya bilik yaitu bilik 53 yang masih menggunakan fungsi manual. Esok pagi pukul 8 bilik tersebut akan dihancurkan dan diganti dengan kios. Namun sebelum hal itu terjadi terdapat seorang pria yang akan menjadi pengguna terakhir bilik tersebut yaitu Stu Shepard, seorang pengorbit artis.
  • Sesampai di bilik 53 Stu melepas cicin pernikahannya dan meletakkannya diatas phone box, kemudian Stu mulai menekan angka-angka yang tertera pada phone box untuk menghubungi Pam. Pam adalah seorang artis yang akan diorbitkan oleh Stu sekaligus selingkuhannya.
  • Belum sampai telepon tersebut tersambung kepada Pam, datanglah seorang kurir  yang mengantarkan pizza untuknya. Stu tidak merasa memesan pizza tersebut. Akhirnya ia mengusir kurir pizza itu dengan kata-kata yang sangat kasar dan memberinya uang agar pergi.
  • Setelah selesai menelpon Pam. Telepon umum itu pun berdering dan mau tidak mau Stu harus mengangkat telepon tersebut. Ternyata itu merupakan telepon misterius yang ditujukan untuknya.
  • Penelpon tersebut mengancam Stu agar tidak menutup telepon, jika tidak maka ia akan membunuh Stu. Penelpon itu juga mengetahui apapun tentang Stu termasuk perselingkuhannya dengan Pam.
  • Penelpon memaksa Stu untuk menghubungi Pam dan mengakui bahwa ia sudah memiliki istri, namun Stu menolaknya. Akhirnya penelpon menghubungi Pam, ia mengatakan semua tentang keburukan Stu.
  • Di tengah percakapan itu datanglah seorang pelacur yang memaksa Stu untuk menutup telepon. Stu pun menolaknya dengan perkataan yang sangat kasar.
  • Percakapanpun dilanjutkan, penelpon misterius itu ingin Stu menghubungi Kelly istrinya agar ia mengakui perselingkuhannya dengan Pam. Namun Stu tetap tidak mau menelpon Kelly.
  • Setelah melalui perdebatan yang panjang, akhirnya Stu memberanikan diri untuk menelpon Kelly. Ternyata sebelum Stu menelponnya, si penelpon misterius itu sudah terlebih dahulu memberitau Kelly bahwa Stu akan menelponnya dari bilik telepon. Dalam percakapan tersebut Stu menyangkal perselingkuhannya dan berusaha menenangkan Kelly.
  • Ditengah percakapannya pelacur itu datang lagi bersama teman-temannya untuk mengusir Stu dari bilik tersebut. Sampai pada akhirnya pelacur itu memanggil mucikarinya yang bernama Leon. Terjadilah perdebatan, sampai pada akhirnya si penelpon membunuh Leon dengan tembakan jarak jauh.
  • Keadaan pun berubah menjadi menegangkan, seluruh penduduk sekitar mengira Stu lah yang membunuh Leon. Stu berusaha menghubungi telepon darurat dan penelpon misterius itu mengatahuinya. Akhirnya penelpon itu menembah telinga Stu. Keadaan semakin menegangkan.
  • Tak lama kemudian datanglah polisi. Seketika bilik telepon tersebut dikepung oleh mobil polisi dan beberapa media yang meliput secara langsung. Captain Ramey, seorang kepala kepolisian berusaha untuk berkomunikasi dengan Stu. Namun Stu tetap tidak bisa menutup telepon tersebut.
  • Berita mengenai Stu tersebar luas di seluruh media. Datanglah Kelly yang berusaha untuk bertemu dengan Stu. Penelpon misterius itu mengancam Stu agar ia mengakui semua kesalahannya kepada Kelly dan jika tidak ia akan membunuhnya. Disisi lain, pihak kepolisian berusaha untuk melacak nomor si penelpon.
  • Hal ini semakin dimanfaatkan penelpon misterius untuk menekan Stu. Akhirnya Stu mengakui semua kesalahannya kepada Kelly. Namun penelpon misterius itu masih terus memaksa Stu untuk mengakui semuanya.
  • Tak lama kemudian datanglah Pam, penelpon itu semakin mengancam Stu. Stu mencoba untuk menghubungi Kelly agar dapat mendengar percakapannya dengan penelpon misterius itu. Akhirnya Captain Ramey mengetahui permasalahan Stu dan menyuruh anak buahnya untuk menyusuri lokasi penelpon misterius itu secara diam-diam.
  • Untuk kesekian kalinya penelpon misterius itu meminta Stu untuk mengakui semua kesalahannya di depan umum. Akhirnya Stu pun menurutinya, ia mengakui semua kesalahannya. Namun penelpon misterius itu masih tidak mau melepas Stu.
  • Di sisi lain polisi berhasil melacak telpon tersebut yang berasal dari salah satu hotel lama disekitar lokasi. Polisi secara diam-diam menuju ke lokasi tersebut.
  • Stu sangat tertekan karena penelpon misterius itu mengancam akan membunuh Kelly atau Pam. Akhirnya  ia pun nekat keluar dari bilik telepon, sebelum ditembak oleh penelpon misterius itu. Polisi lebih dahulu membunuh Stu dengan peluru karet untuk menyelamatkan nyawanya.
  • Polisi berhasil menemukan lokasi penelpon misterius itu. Di lokasi tersebut ditemukan seorang pria yang terbunuh. Setelah diperlihatkan kepada Stu, ternyata dia adalah pengantar pizza yang tadi menemuinya.
  • Stu pun mendapat perawatan medis. Ternyata semua itu belum usai karena pada saat Stu dirawat di ambulance datanglah seorang pria berkacamata yang mengungkapkan semua isi percakapan di bilik. Ternyata si penelpon misterius itu bukanlah kurir pizza yang terbunuh, melainkan pria berkacama ini yang telah berhasil lolos.


REVIEW

Phone Booth merupakan sebuah film yang berdurasi tidak terlalu lama. Sepanjang film hanya berlokasi di sebuah telepon umum yang terletak disalah satu keramaian kota. Hal ini pasti membuat penontonnya merasa bosan. Akan tetapi hal itu tidak mungkin terjadi, karena Phone Booth menampilkan ketegangan yang berbeda dengan film thriller pada umumnya, seperti :
  • Pada umumnya ketegangan pada film disuguhkan dengan perkelahian yang sangat hebat dan efek-efek yang terlihat hampir sempurna. Namun Phone Booth menyampaikan ketegangan tersebut dengan cara yang berbeda, film ini memiliki kekuatan narasi yang dapat membangkitkan emosional penontonnya sehingga seakan-akan penonton turut merasakan kepanikan Stu Shepard. Dialog yang cukup panjang dan menyudutkan Stu serta situasi disekitar phone booth yang terlalu rumit membuat Stu semakin terperangkap dan membuat penonton seolah-olah berada di posisi Stu. Hal ini didukung pula dengan ekspresi wajah Colin Farrell saat memerankan Stu Shepard yang sangat menjiwai sehingga pesan dari film tersebut dapat tersampaikan dengan baik.
  • Film ini juga mempunyai jalan cerita yang cukup baik seperti untuk mengurangi alur cerita yang monotone yaitu hanya percakapan via telepon, penulis cerita menghadirkan beberapa pengacau yang menjadi selingan pada percakapan tersebut seperti kurir pizza hingga pelacur dan mucikari. 
Meskipun Phone Booth terkesan dengan film yang sangat singkat, akan tetapi film ini memiliki pesan yang sangat mendalam yaitu bahwa dalam kehidupan kita harus mengahargai satu sama lain dengan mensyukuri apa yang sudah didapat, berusaha berkata jujur dan menjadi orang yang apa adanya.  




" Isn't it funny? You hear a phone ring, and it could be anybody but a ringing phone has to be answerd, doesn't it? "